Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:05 | Terbit : 5:25 | Dzuhur : 11:33 | Asar : 14:48 | Magrib : 17:44 | Isya : 18:54 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Gabung! Dakwah MAYA di http://www.facebook.com/kajianmpi and http://twitter.com/percikaniman.
Kategori : Tanya Jawab Islam
Bagaimana Cara Mengendalikan Marah

Posted by homepi on 06 April 2011 | Comment 18 | dibaca : 8720

Bagaimana Cara Mengendalikan Marah
Begini Ustadz, Saya memiliki 4 orang anak. Terkadang, saya merasa kecewa dengan perilaku mereka. Tanpa disadari, saya selalu marah. Setelahnya, perasaan saya selalu tidak enak dan menyesal telah melakukannya. Yang ingin saya tanyakan, adakah dalam Islam cara untuk mengendalikan amarah?

Dalam kajian ilmu komunikasi, marah adalah salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. Ketika seseorang sedang marah, berarti ia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada lawan bicaranya. Bentuk penyampaiannya berbeda-beda, bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang membentuknya.

Misalnya di Jepang, orang sering diam saat marah karena memang orang-orang Jepang tidak terbiasa mengekspresikan kemarahannya. Lain halnya dengan orang Amerika. Mereka lebih mudah mengekspresikan kemarahannya lewat tindakan atau perilaku. Sama halnya dengan Suku Batak di tanah air kita, mereka pun lebih mudah mengekspresikan kemarahannya. Sedangkan Suku Sunda, terbagi dua, sebagian ada yang terbiasa mengekspresikan kemarahannya, dan sebagian yang lain tidak terbiasa mengekspresikannya.

Menurut kacamata psikologi, marah adalah bagian dari emosi. Di antara sekian banyak emosi, marah dikategorikan sebagai emosi yang negatif. "

Oleh karena itu, marah harus dikendalikan jika kemarahan tersebut dapat merugikan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Namun, tidak selamanya amarah dapat merugikan orang lain karena ada saat-saat di mana kemarahan perlu diekspresikan lewat perilaku. Sebab, adakalanya seseorang yang kita ajak bicara baru mengerti maksud yang ingin kita sampaikan ketika kita marah. Tanpa marah, orang lain malah menganggap kita main-main atau tidak serius.

Begitu juga dengan Anda. Jika marah kepada anak bertujuan untuk menasihati, kemarahan tersebut diperbolehkan, dengan catatan tidak melukai fisik dan psikis mereka. Namun, jika kemarahan tersebut karena jengkel kepada mereka, apalagi sampai melukai fisik maupun psikis mereka, marah yang seperti ini yang dilarang dalam Islam, dan kita harus berusaha mengendalikannya.

 

golden parenting

Dalam hal ini, Islam telah memberikan arahan kepada kita untuk mampu mengendalikan amarah dengan cara-cara berikut ini.

Pertama, membaca ta’awudz ketika marah.
Rasulullah pernah mengajarkannya kepada dua orang sahabat yang saling mencaci dengan mengatakan, “Sesungguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilanglah kemarahan kalian, yaitu bacaan A’uudzubillaahi minasysyaithaanirrajiim.” (H.R. Bukhari)

Kedua, mengubah posisi ketika marah.
Jika posisi kita saat kemaran itu datang adalah berdiri, dianjurkan untuk duduk. Namun, ketika posisi marah kita sedang duduk, dianjurkan untuk berbaring. Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian marah, sedangkan ia dalam posisi berdiri, hendaklah ia duduk. Kalau telah reda atau hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum reda, hendaklah ia berbaring” (H.R. Abu Daud).

Ketiga, diam atau tidak berbicara.
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila di antara kalian marah, diamlah” (H.R. Ahmad).

Keempat, berwudhulah.
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa padam jika diredam dengan air, maka apabila di antara kalian marah, berwudhulah” (H.R. Ahmad).

Kelima, lakukanlah shalat.
Jika empat langkah tadi belum mampu meredakan amarah, ambillah langkah pamungkas, yaitu dengan melaksanakan shalat dua rakaat. Insya Allah dengan shalat kita akan mampu meredakan amarah, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw., “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu (amarah), hendaklah ia bersujud (shalat)” (H.R. Tirmidzi).

Itulah lima jurus untuk mengendalikan amarah. Mudah-mudahan lima jurus tersebut dapat kita amalkan setiap kali kemarahan merasuki jiwa kita. Wallaahu a’lam.

 

18 Komentar

 
 
hanny ramadhan
Pada : Minggu, 10 April 2011 / 10:58:31

alhmdulilah semoga menjadi ilmu yg bermanfaat...Hatur nuhun Pak Aam.

 
syera
Pada : Senin, 18 April 2011 / 04:36:04

ternyata jurus mngendalikn marah gampang" susah,,gmpang teorix tp kok kdang susah lakuinx.

 
Ummu Zahra
Pada : Selasa, 17 Mei 2011 / 15:47:23

Artikel dari Pa Aam sangat bermanfaat saya menyukaiy maka dari itu mari saling mendoakan untuk saudara kita yang telah membacanya... amin

 
titin
Pada : Rabu, 18 Mei 2011 / 09:30:41

terimakasih pak Aam, insyaAllah akan sy amalkan...karena selama ini sy susah mengontrol emosi sy

 
Dafa
Pada : Kamis, 19 Mei 2011 / 14:07:53

Ustad saya ingin bertanya, gimana cara kita berkonsultasi dengan ustad

 
Panji
Pada : Senin, 30 Mei 2011 / 07:15:48

Hatur nuhun kang aam

 
cucu masitoh
Pada : Rabu, 08 Juni 2011 / 14:39:44

Kita memerlukan banyak latihan untuk mengendalikan marah.

 
rudi
Pada : Kamis, 21 Juli 2011 / 12:37:19

haturnuhun insyllah saya aplikasikan,,, apabila perasaan itu muncul pa ustad

 
uggie
Pada : Senin, 01 Agustus 2011 / 17:44:26

Kalau menghadapi suami yg sering marah2 dgn kata2 nya yg kasar, gimana Pa Aam ?

 
nur
Pada : Kamis, 04 Agustus 2011 / 14:04:40

saya masih sering marah klo anak pertama saya usia 3 tahun membuang buang makanan atau di buat mainan jika dia tidak suka, saya baru terketuk saat dia bilang .. mama jangan marah marah aja ya..(dengan raut muka polos) , subhanallah saya harus selalu ingat bahwa itu ujian buat saya supaya bisa bersabar, dan mohon doanya pak aam anak saya menjadi anak yang soleh, amien

 
marolah
Pada : Sabtu, 10 September 2011 / 00:44:34

makasih ilmunya moga menjadi amal jariah buat ust aam

 
nurma
Pada : Jumat, 04 Nopember 2011 / 14:46:02

jazakallah pak aam atas ilmunya,smoga bisa bermanfaat khususnya buat saya umumnya buat yg lain.

 
Ahmad Yusup
Pada : Jumat, 31 Agustus 2012 / 02:21:26

Sangatlah baik saran dari pa Aam,yg menurut saya sangat sesuai dengan sunnah nabi dan Rosul,oleh karena itu ikutilah apa yg disarankan oleh pa Aam..Tks

 
A.Yusup
Pada : Jumat, 31 Agustus 2012 / 02:35:55

Ass Wr Wb,Pa Aam sya mau tanya,bagaimana hukumnya bila seorang Ibu Tidak sayang sama anak bawaan suaminya dari istri yg terdahulu,harus bagaimana sikap saya,apa benar ibu tiri perasaanya sangat sukar menerima anak tirinya.Mohon penjelasan dan solusinya..Tks (Saya Menikah dua Kali )

 
diana.m
Pada : Senin, 29 Oktober 2012 / 06:22:38

sukron...ustd sangat bermanfaat skli...

 
wagiyo
Pada : Minggu, 30 Desember 2012 / 23:12:26

bagaimana cara kalau kita sudah ingatkan istri sdh berulang kali tapi mmasih tetep melakukan hal yang tidak pas didalam rumah tangga saya, nelpon sms sampai dini hari sdh sy ancam sgala, bgm ustad solusinya? terimakasih atas jawabannya

 
Aziz
Pada : Kamis, 24 Januari 2013 / 21:06:14

trimakasih pak, saya membaca artikel ini tepat ketika saya sedang marah...

 
erna
Pada : Minggu, 17 Maret 2013 / 02:49:29

smoga sy bisa mengamalkannya minta doanya dari smuanya ....amin

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
dr. Untung Sentosa, M.Kes., Aam Amiruddin, M.Si
Rp. 37.500,-
Kode : K0027

Mayoritas masyarakat kita masih memandang seks bukanlah prioritas penting dalam membina rumah tangga. Bahkan tidak sedik ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman | Melayani Sesuai Syariah | Telp.08122-119-189/022-4238445
tpk.percikaniman.org
Kajian Ahad Pagi Bandung @Majelis Percikan Iman
MPI (Majlis Percikan Iman)
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Profil,buku,jadwal,video aktifitas Dr.Aam Amiruddin
Pusat Artikel Islam, Tanya Jawab dan Dakwah
Kontak ZIS telp.022-76888795/081802023030
Pengelola Zakat Infaq Percikan Iman ZISWAF Amany
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/