Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:22 | Terbit : 5:40 | Dzuhur : 11:40 | Asar : 14:53 | Magrib : 17:43 | Isya : 18:50 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Gabung! Dakwah MAYA di http://www.facebook.com/kajianmpi and http://twitter.com/percikaniman.
Kategori : Ust. Dadang Khaerudin
Nasehat Akhir Jaman

Posted by homepi on 18 Juni 2011 | Comment 2 | dibaca : 5724

Nasehat Akhir Jaman

Siapa tidak miris jika melihat potret buram kehidupan manusia di akhir jaman sekarang ini. Gaya hidup "hayawaniyyah" yang kian merajarela ditandai dengan tidak terbendungnya perilaku kriminalitas dan pergaulan bebas tidak hanya pada kalangan dewasa namun juga sudah merambah pada kalangan anak-anak dan remaja. Tidak dipungkiri kalau kehadiran teknologi informasi yang semakin maju namun disalahgunakan telah ikut menyumbang bejatnya moral di tengah-tengah kehidupan manusia saat ini.

Pertanyaan yang seringkali muncul mengiringi kenyataan seperti di atas adalah apa solusi yang tepat agar kita bisa menbentengi diri sehingga tidak terbawa arus derasnya kehidupan jaman yang semakin hari semakin menyesakkan?

Para ahli berusaha keras mencari solusi tersebut. Berbagai pendekatan dan sudut pandang terus digali agar bisa keluar dari kenyataan yang memilukan ini. Tapi sebagai ummat Islam, kehidupan akhir jaman seperti ini sudah sejak jauh-jauh hari diramalkan Rasulullah. namun beliau telah menyediakan solusi jitu agar setiap ummat Islam tidak tenggelam didalamnya. Kata kunci dari salah satu dari solusi yang ditawarkan Rasulullah diungkap dalam hadits berikut ini :

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Dari Tamim ad-Dari bahwa nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Agama itu adalah nasihat." Kami bertanya, "Nasihat untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta kaum awam mereka."  ( Hr. Muslim ).

Terdapat dua kata dalam hadits di atas yang menjadi kata kunci yang saya maksud, yaitu : Agama dan Nasihat. Kata pertama menjadi jawaban dari solusi, dan kata kedua menjadi jawaban dari fungsi. Jelasnya, solusi keluar dari kondisi akhir jaman yang carut marut, agama jawabannya, karena agama mengandung unsure penting yang disebut nasehat. Semrawutnya akhir jaman tak bisa dilepaskan dari akibat pengisi akhir jaman tersebut yang "amburasut' ( kacau ), karenanya diperlukan kata-kata bermakna untuk meluruskan kesemrawutan tersebut, dialah yang disebut nasehat.

Lebih jauh mengenai maksud hadits di atas, redaksi "agama adalah nasehat" kurang lebih sama pengertiannya dengan redaksi dalam salah satu hadits Rasulullah yang berbunyi : "Haji adalah arafah". Meruju pada redaksi ini, wukuf di arafah dipandang seolah mewakili sepenuhnya dari manasik haji. Padahal manasik haji begitu banyak. Ini menunjukkan bahwa wukuf di Arafah merupakan tiang dan bagian terpenting dari haji. Demikian halnya dengan "agama adalah nasehat'. Nasehat merupakan tiang dan penopang agama. Dengan kata lain, agama ( Islam ) memiliki fungsi menasehati dan meluruskan segenap manusia agar tidak tersesat.

Secara kebahasaan, Kata an-nashihah tidak memiliki padanan kata, an-nashihah berasal dari kata an nush-hu yang menunjuk pada beberapa makna, seperti bersih, bebas dari para sekutu, rapat dan tidak berjauhan. Secara istilah, makna nasehat secara umum dimaknai sebagai pandangan yang diberikan dengan harapan datangnya kebaikan pada orang yang dinasihati.

Definisi di atas hanya berlaku pada sesama manusia. Dan menjadi berkembang ketika kata nasehat tersebut disandarkan pada Allah, kitab dan rasul-Nya sesuai yang tercantum dalam hadits di atas. Jika "nasihat" dalam hal ini merupakan kata kerja, maka kata tersebut memerlukan subjek dan objek. Jika nasehat disandarkan pada kaum muslimin, maka agama menjadi subjek dan kaum muslimin sebagai objek. Sementara kata "nasehat" yang disandarkan kepada Allah, kitab-Nya dan Rasul-Nya, maka Allah, kitab dan rasul-Nya merupakan subjek yang melahirkan dan menjaga otensitas dari agama itu sendiri. Agama sebagai media dan objeknya tetap segenap manusia. Sehingga sebagian pandangan mengatakan bahwa yang dimaksud nasehat yang disandarkan kepada ketiganya adalah merapatnya hubungan seorang hamba dengan ketiganya dan menunaikan hak-hak mereka dengan baik.

Ibnu Daqiqil 'Id memberi penjelasan hadits ini yang saya ringkas sebagai berikut :

1.      Nasihat untuk Allah maksudnya hendaknya segenap manusia tetap beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata karena-Nya.

2.      Nasihat untuk kitab-Nya maksudnya beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun.

3.      Nasihat untuk Rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat.

4.      Nasihat untuk para pemimpin umat islam maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo'akan mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.

5.      Nasihat untuk seluruh kaum muslim maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat.

Jika kelima komponen nasehat yang terlahir dari agama diatas merapat pada setiap insane saat ini, maka segala kebejatan yang kita saksikan di akhir jaman ini tidak dapat menggerus perjalanan hidup kita. Meski akhir jaman identik dengan segala keburukan, namun dengan nasehat, akhir jaman akan menjadi akhir yang indah.

Wallahu a'lam bish-shawab.

 

2 Komentar

 
 
taufik nurahman
Pada : Jumat, 20 Januari 2012 / 22:33:37

pa ustad saya mau nanya apa hukumnya orang yang bersetubuh melalui anus perempuan

 
caraceramah
Pada : Kamis, 15 Agustus 2013 / 08:39:59

syukran nasehatnya.....semoga kita semua bisa memaknai dalam kehidupan sehari-hari

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
dr. Untung Sentosa, M.Kes., Aam Amiruddin, M.Si
Rp. 37.500,-
Kode : K0027

Mayoritas masyarakat kita masih memandang seks bukanlah prioritas penting dalam membina rumah tangga. Bahkan tidak sedik ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman | Melayani Sesuai Syariah | Telp.08122-119-189/022-4238445
tpk.percikaniman.org
Kajian Ahad Pagi Bandung @Majelis Percikan Iman
MPI (Majlis Percikan Iman)
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Profil,buku,jadwal,video aktifitas Dr.Aam Amiruddin
Pusat Artikel Islam, Tanya Jawab dan Dakwah
Kontak ZIS telp.022-76888795/081802023030
Pengelola Zakat Infaq Percikan Iman ZISWAF Amany
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/