Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 

 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:33 | Terbit : 5:47 | Dzuhur : 11:53 | Asar : 15:08 | Magrib : 17:50 | Isya : 18:59 WIB
 
 
Buku Istikharah Ala Rasulullah
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 38.000,-



CheckUp Shalat : Sesuai Sunnah Rosululloh saw
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 48.000,-



Mudah dan Cepat Pahami Al Qur'an
Dr. Aam Amiruddin

Harga : Rp. 198.000,-



EDUVACATION : Panduan Wisata Cerdas
Ali K. Bakti, Muslik Nawita & Ahmad Ruhiat

Harga : Rp. 49.000,-



Sudah Baik dan Benarkah Bacaan AlQur'anku?
Yudi Imana

Harga : Rp. 40.000,-



Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Harga : Rp. 35.000,-



Ibu, Susui Aku! (Bayi Sehat dan Cerdas dengan ASI)
dr. Ariani (Konselor Menyusui)

Harga : Rp. 55.000,-



Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-




Menyoal Saling Memaafkan Sebelum Ramadhan
22-08-2008 / 08:45:49

Tentunya dengan tulus ikhlas, tidak hanya sekedar basa-basi, seremonial atau gengsi saja


Berikut kutipan pertanyaan seputar sebelum Ramadhan tentang bermaafan. " Saya mau tanya bagaimana derajat hadits di bawah ini, yang biasanya dijadikan dalil untuk berma'afan sebelum puasa Ramadhan...

Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Aamin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berhotbah, datanglah Malaikat Zibril dan berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.

Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb: "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
- Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
- Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
- Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasullahpun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali.
Terimakasih sebelumnya



Jawabnya adalah :

Dari Ramadhan ke Ramadhan masalah ini sering sekali ditanyakan, dan hadits yang ditanyakan, bisa didapatkan dalam kitab Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang ditulis oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Namun setelah diperhatikan dengan apa yang ditulis diatas, ternyata redaksi dan maksudnya jauh berbeda.

Untuk lebih jelasnya, makna hadits tersebut bisa anda baca salinan dibawah ini.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah SAW pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda. "Artinya : Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin...."

[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin]. Disalin dari Sifat Puasa Nabi SAW, hal. 27-28, Pustaka Al-Haura.

Yang lebih lengkap lagi dari buku Birrul Walidain oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal. 44-45 terbitan Darul Qalam

"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, "Amin, amin, amin". Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : 'Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!', maka aku berkata : 'Amin'. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi. 'Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin".
[Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Dengan demikian, hadist diatas tidak ada hubungan dengan keharusan bermaafan sebelum puasa Ramadhan.

Memaafkan merupakan ciri utama orang beriman yang sedang menuju taqwa. Meminta maaf adalah perilaku terbaik seseorang yang pernah bersalah untuk menuju taubatan nasukha.

Meminta maaf dan memaafkan seseorang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak ada tuntunan syari'at harus dikumpulkan dulu dan menunggu sampai menjelang bulan Ramadhan. Akan tetapi mengambil momen suatu waktu untuk bermaafan boleh sekali..bisa jadi itulah waktu terbaik/tercepat bagi kita sekarang sebelum mati menjemput.

Tentunya dengan tulus ikhlas, tidak hanya sekedar basa-basi, seremonial atau gengsi saja. Marilah gunakan waktu hidup yang pendek ini dengan sebaik-baiknya

Wallahu 'alam

Dari seorang pembaca MaPI di Bandung



Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 4277

Berita Sebelumnya
BERBAKTI NAMUN TAK BERARTI
Ramadhan Produktif, Why not?
Bukan Pembatal Shaum
Persamaan Tahajud & Tarawih

 

Hery Setiawan
(02-09-2008 / 12:03:01)
Adakalanya memaafkan/minta maaf "tidak mudah" mengingat kasus,pelaku dan penyelesaiannya.. Tidak ada Maaf itu dengan bersyarat. Selama detik hidup masih ada..mumpung masih ada di dunia ini ..lekaslah minta maaf/memaafkan Bukankah ciri orang beriman itu memaafkan..kita tidak ingin terhambat karena ini khan waktu di akherat kelak?? InsyaAllah dengan memberi maaf, Allah memberikan solusi yang lebih baik dan lebih menyelesaikan :) Amiin
rami
(02-09-2008 / 09:55:33)
minta saran ...saya menyadari...kebutuhan dan keharusan untuk memaafkan...tapi sya dalam dilema saat ini dalam romadhan ini....sya sudah minta maaf pada kedua orang tua....dan dengan rekan kerja yang dulu pernah bermasalah...namun sampai saat ini saya belum minta maaf kepada mertua, karena memang rasanya ketulusan dan keikhlasan saya belum ada...sya rasanya belum ikhlas untuk mengucapkan maaf...saya sulit minta maaf dan memaafkan dan akibat traumatic dan menghindari dosa..sehingga sya dan anak perlu hijrah untuk menenangkan perasaan ini...dan dengan suami tetap saling kontak...mertua dan keluarga suami masih terus berhubungan via telepon dengan anak...namun saya masih belum bisa berbicara...karena saya tahu saya belum bisa bicara dengan baik...karena memang masih ada ganjalan di hati ini...apa yang harus saya lakukan??? apakah harus minta maaf juga walau dalam hati saya belum dapat dengan tulus mengatakannya???apakah kita perlu minta maaf walau kita sendiri merasa tidak bersalah??dan bagaimana cara supaya ada ketulusan dalam hati ini agar boleh memaafkan dengan tulus
dang eka
(24-08-2008 / 06:47:17)
assalamualaikum mohon maaf lahir dan batin kalo ana punya salah pada sahabat - sahabatku yang ku cintai mudah - mudahan sebelum bulan ramadhan ini kita dapat saling maaf-memaaafkan.af1
Murni Sari
(22-08-2008 / 17:55:47)

Asal bukan menganggap hal wajib..boleh khan:) ..ini jawaban saya buat temenku Sayid.....

Mumpung bisa nitip..mohon maaf jika ada kesalahan2 buat semuanya (nggak pake pantun-pantunan segala, habis nggakbs apalagi ngopy)..semoga Ramadhan yang didepan menjadi Ramadhan Terbaik !! (insyaAllah)



Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: