Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 

 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:30 | Terbit : 5:44 | Dzuhur : 11:51 | Asar : 15:05 | Magrib : 17:49 | Isya : 18:58 WIB
 
 
Buku Istikharah Ala Rasulullah
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 38.000,-



CheckUp Shalat : Sesuai Sunnah Rosululloh saw
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 48.000,-



Mudah dan Cepat Pahami Al Qur'an
Dr. Aam Amiruddin

Harga : Rp. 198.000,-



EDUVACATION : Panduan Wisata Cerdas
Ali K. Bakti, Muslik Nawita & Ahmad Ruhiat

Harga : Rp. 49.000,-



Sudah Baik dan Benarkah Bacaan AlQur'anku?
Yudi Imana

Harga : Rp. 40.000,-



Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Harga : Rp. 35.000,-



Ibu, Susui Aku! (Bayi Sehat dan Cerdas dengan ASI)
dr. Ariani (Konselor Menyusui)

Harga : Rp. 55.000,-



Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-




Menuai Berkah Lewat Nikah
17-01-2010 / 07:53:26

Tidak pernah diketahui dua orang yang bercinta setulus cinta dalam pernikahan


بارك الله لك و بارك عليك و جمع بينكما في خير


Baarokallohulaka Wabaroka ‘Alaika Wajama’a Bainakumaa Fiikhoir
Semoga Allah memberi berkah kepadamu baik dalam kondisi senang dan susah dan mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan..

Seringnya kita mendengar seseorang mendoakan agar kita selalu dalam keberkahan Allah. Apa itu berkah? Berkah artinya tetapnya sesuatu dalam kebaikan dan tetapnya kebaikan dalam setiap sesuatu. Bilakah ada keberkahan itu dalam pernikahan itu?.

Untuk sebagian orang menikah adalah sesuatu yang memusingkan, repot dan membelenggu sehingga selalu menundanya. Mereka yang menolak ini biasanya miskin informasi mengenai keberkahan menikah. Materi selalu jadi prioritas menikah, kesiapan mental adalah poin berikutnya. Di Indonesia orang-orang menunda menikah kadang didasarkan pada hal tabu yang lahir dari kebudayaan yang tidak islami.

Mengenai hal tersebut akan dibahas pada artikel lain. Kali ini kita bahas dulu keberkahan dari menikah. Ini dimaksudkan agar para lajang segera menikah seperti peringatan dari Rasulullah Saw.

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ نَفَرًا مِنْ اَصْحَابِ النَّبِيِّ ص قَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ اَتَزَوَّجُ. وَ قَالَ بَعْضُهُمْ: اُصَلِّى وَ لاَ اَنَامُ. وَ قَالَ بَعْضُهُمْ: اَصُوْمُ وَ لاَ اُفْطِرُ، فَبَلَغَ ذلِكَ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: مَا بَالُ اَقْوَامٍ قَالُوْا كَذَا وَ كَذَا. لكِنّى اَصُوْمُ وَ اُفْطِرُ وَ اُصَلِّى وَ اَنَامُ وَ اَتَزَوَّجُ النّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنّى. احمد و البخارى و مسلم


Dan dari Anas, bahwasanya ada sebagian shahabat Nabi SAW yang berkata, “Aku tidak akan kawin”. Sebagian lagi berkata, “Aku akan shalat terus-menerus dan tidak akan tidur”. Dan sebagian lagi berkata, “Aku akan berpuasa terus-menerus”. Kemudian hal itu sampai kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda, “Bagaimanakah keadaan kaum itu, mereka mengatakan demikian dan demikian ?. Padahal aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan akupun mengawini wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, bukanlah dari golonganku”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

عَنْ قَتَادَةَ عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص نَهَى عَنِ التَّبَتُّلِ، وَ قَرَأَ قَتَادَةُ وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلاً مّنْ قَبْلِكَ وَ جَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّ ذُرّيَّةً. الرعد الترمذى و ابن ماجه


Dari Qatadah dari Hasan dari Samurah, bahwa sesungguhnya Nabi SAW melarang membujang, dan Qatadah membaca ayat, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan”. (Ar-Ra’d : 38). [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Menikah menyempurnakan setengah dari Agama.

و فى رواية البيهقى، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا تَزَوَّجَ اْلعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النِّصْفِ اْلبَاقِى.


Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separo sisanya”. (HR.Baihaqi)

Ini bukan berarti dengan menikah lantas ibadah kita sempurna. Bisa jadi tafsir yang salah akan melahirkan kekerasan dalam rumah tangga. Pertegas kata-kata ‘memelihara yang separuh lagi’. Ini berarti setelah menikah pelihara ibadah kita kepada Allah lebih dari saat kita masih lajang. Sebagian menyimpulkan bahwa ketekunan dan kesungguhan dalam beragama akan teruji ketika dia berumah tangga, jika makin menguat maka menuju sempurnalah ibadah yang dia lakukan.

Setiap Kebaikan dalam Rumah Tangga Adalah Ibadah
Betapa agungnya Allah, mengerti betapa lembaga rumah tangga itu penting bagi kelangsungan umat dalam ketakwaan, maka setiap kebaikan dalam rumah tangga dihitung ibadah. Padahal terkadang ibadah yang terselip dalam rumah tangga bentuknya justru kenikmatan bagi suami istri. Maksudnya bukan selalu harus menderita dan mendera-dera agar turun rahmat Allah.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَ خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ. الترمذى

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya, dan orang yang paling baik diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya". [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 315]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دِيْنَارٌ اَنْفَقْتَهُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَ دِيْنَارٌ اَنْفَقْتَهُ فِيْ رَقَبَةٍ، وَ دِيْنَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِيْنٍ، وَ دِيْنَارٌ اَنْفَقْتَهُ عَلَى اَهْلِكَ، اَعْظَمُهَا اَجْرًا الَّذِيْ اَنْفَقْتَهُ عَلَى اَهْلِكَ. مسلم


Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Satu dinar kamu infaqkan fii sabiilillah, satu dinar kamu pergunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar kamu sedeqahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu belanjakan untuk keluargamu". [HR. Muslim juz 2, hal. 692]

Nikah Menambah Rejeki
Ini bukan sekedar rejeki istri ditambah dengan rejeki suami disatukan, seperti perhitungan 1+1=2. tapi rejeki berlipat disini memang sudah dijanjikan Allah dan tak ada yang meleset dari janji-Nya. Sebagai perbandingan, tanyalah kaum ibu tentang pengeluaran mereka.

Biasanya sang ibu selalu tersadar bahwa rejeki mereka setiap hari melebihi angka yang diberikan sang suami. Padahal mereka tidak pernah membayangkan asal pendapatannya. Inilah yang Allah janjikan ‘rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka’

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki maupun hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya (yughnikumullah min fadhlihi). Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (Q.S An-Nuur: 32)

Pernikahan Menyempurnakan Cinta

Bila ada pasangan yang memilih proses ‘pacaran’ sebelum nikah dengan alas an menjajaki dan memupuk rasa cinta. Percayalah itu perbuatan percuma dan lebih dekat pada zina dan kemungkaran.

Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata,"Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. lalu berkata, 'Kami mempunyai seorang anak perempuan yatim. Dia telah dipinang oleh (dua orang lelaki) yang seorang miskin dan yang lainnya kaya. Akan tetapi, dia senang kepada yang miskin, sedangkan kami senang kepada yang kaya.' Nabi SAW bersabda, 'Tidak pernah diketahui dua orang yang bercinta setulus cinta dalam pernikahan'."(HR Ibnu Majah, Hakim, dan Baihaqi).

Selamat Menikah …

Jangan lupa untuk selalu berdoa :

وَ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرّيَاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. الفرقان


Dan orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. [QS. Al-Furqaan : 74]




Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 3354

Berita Sebelumnya
Kesucian (Fitri) adalah Buah Ikhtiar Ramadhan
Apa Makna Lebaran Bagimu?
Yang TERLUPA dalam Ramadhan
BERBAKTI NAMUN TAK BERARTI

 

Nurur rohma
(09-06-2010 / 08:02:31)

Sebenarnya materi pernikahan bisa di dapat dari berbagai sumber, terutama jika sering2 membaca dan mendengar pengalaman2 teman yang sudah menikah, tentunya menambah motivasi dan tergetar hatinya untuk segera melaksanakan..Seperti syair nasyid: "Apabila telah tiba masaku, untuk segera mengakhiri lajangku"..walaupun pd saat itu mengalami kendala, tapi dengan azzam yang kuat, insya Alloh pernikahan akan segera terjadi...Apalagi ketika pernikahan itu tidak dilandasi dengan cinta semata, tapi dengan iman, maka akan terasa lebih nikmat.... Mudah mudahan..Amiin

Wijhatu Haq
(08-06-2010 / 11:17:30)

Kalau anda ingin tahu masalah keganjilan tentang manusia menikah dengan Jin maka ana sarankan bacalah buku tentang perdukunan "dukun Hitam & Putih dan bacalah kitab Fathul majid pastilah anda akan tau persis sifat2 orang yang suka berhubungan dengan jin "Bahwa mereka termasuk wali Yullah atau waliyu syaiton"

Wijhatul Haq
(20-05-2010 / 14:55:41)

saya lihat di situs tentang orang menikh denagn jin kalau tdk orang sesat itu gak mungkin terjadi kalo orang bisa berinteraksi dengan jin berarti orangnya bisa kerja sama dengan jin bisa saling tolong menolong dengannya apaligi menikahi tentu lebih dari itu jadi jin nya sama dengan manusianya baik segi aqidah maupun dari segi aklaq dan tingkat kekufurannya sebagaimana Firman Allah SWT. dalam surat al Jin (QS.Al Jin :6) Artinya: "Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan (1524) kepada beberapa laki-laki di antaranya Jin maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan"

Bisa kita buktikan orang yang bisa berinteraksi dengan jin pastilah akidahnya Rusak (melakukan kesyirikan) kebid'ahan atau amalan2 yang menyimpang lain baik orang itu sadar maupun tidak kalau mereka menyimpang. bahwa kalau orang itu akidahnya benar lurus sesauai amalan sesuai sunnah rosulullah SAW tidak akan bisa berinteraksi dengan jin apalagi menikahi. justru orang (muwahid) tidak mau dekat kepada Jin apalagi tolong menolong karena ia takut mengurangi kesempurnaan tauhidnya sebaliknya jin juga demikan, mereka tidak mau dekat sama manusia !!. kalau orang2 jahil / musyik/ ahlul bid'ah malah marasa bangga degan bantuan jin justru masyarakat awam menganggap orang suci.... inilah ke jahiliyan mereka banyak orang tersesat. na'uzubilahi minzalik!.

 

(1524) Ada di antara orang2 Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi mereka meminta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu.

 

zulkifli
(02-03-2010 / 05:52:19)

Mohon maaf, seandainya beberapa print out artikel ini kami pajang pada majalah dinding di kantor kami apa diperbolehkan?. tentunya denga mencantumkan sumbernya. Terima kasih sebelumnya.

iman
(12-02-2010 / 11:33:32)

Sebagai hamba Allah yg akan menyempurnakan agama nya menikah lah .

tapi dalam perjalanan menuju suatu Ibadah yg kata Rasul setengah dari agama godaan dan rintangan sangat banyak seperti ;

tidak yakinnya pasangan dan keluarga bahwa Allah akan memberikan karunianya kepada yg mau menikah.(seperti dalil di atas)

godaan dari external Iblis laknatullah baik itu berupa jin dan manusia,yg mengahasut dan memberikan info yg tidak berimbang kepada calon pasangan dan keluarga.

 

Author
(20-01-2010 / 14:19:21)

@Utari, InsyaAllah akan ada artikel mengenai yg ditanyakan.. semoga bisa menjawab kegundahan Utari

@Irma, ayo aktualisasikan semangatnya dengan langkah nyata.

@Dendy, Selamat Menikah Kang... Ditunggu kabar baiknya..

Salam,

dendy
(20-01-2010 / 11:42:09)

Asslkm. .. jadzakalloh atas atikelnya ...coz artikel ni memotivasi buat saya untuk lebih yakin lagi menikah...tentunya dgn ikhtiar n keyakinan...serta Do,a...insya Alloh

irma
(18-01-2010 / 09:13:01)

Subhanallah... artikelnya bagus sekali...

Terima kasih. Semoga dengan ini bertambahlah pengetahuan dan semangat untuk menyempurnakan agama dengan menikah....

utari
(17-01-2010 / 14:17:20)
subhanallah... Nikah adlh ibadah. Segala sesuatu yg dilakukan saat nikah adlh ibadah. Tp bagaimana kalo ada pasangan yg sudah ingin menikah, tp terhalang oleh biaya utk menikahnya. Krn keluarganya menuntut utk dlakukan syukuran yg agak besar. Sedangkan saat ini blom ada biayanya. Akhirnya pasangan ini memilh utk pacaran dl. Apakah boleh? Sedangkan katanya pacaran itu hny buang2 wkt. Mohon penjelasannya.


Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: