Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 

 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:30 | Terbit : 5:44 | Dzuhur : 11:51 | Asar : 15:05 | Magrib : 17:49 | Isya : 18:58 WIB
 
 
Buku Istikharah Ala Rasulullah
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 38.000,-



CheckUp Shalat : Sesuai Sunnah Rosululloh saw
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 48.000,-



Mudah dan Cepat Pahami Al Qur'an
Dr. Aam Amiruddin

Harga : Rp. 198.000,-



EDUVACATION : Panduan Wisata Cerdas
Ali K. Bakti, Muslik Nawita & Ahmad Ruhiat

Harga : Rp. 49.000,-



Sudah Baik dan Benarkah Bacaan AlQur'anku?
Yudi Imana

Harga : Rp. 40.000,-



Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Harga : Rp. 35.000,-



Ibu, Susui Aku! (Bayi Sehat dan Cerdas dengan ASI)
dr. Ariani (Konselor Menyusui)

Harga : Rp. 55.000,-



Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-




Jadikan Pagimu Penuh Berkah
31-01-2010 / 15:22:24

Tidak ada alasan tidak bersemangat di pagi hari..syukuri dan lalui dengan benar


Malam hari di sebuah pasar, ratusan pria dan wanita melupakan selimutnya, melupakan sisa mimpinya, melupakan juga konsentrasinya yang terkadang masih belum 100% agar transaksi malam itu tidak keliru. Mereka seperti lupa bahwa setelah dari pasar mereka harus mengelilingi komplek perumahan sekaitarnya, sehingga kita dapat merasakan ikan dan sayuran segar untuk sarapan keluarga.

Malam masih larut, udara masih dingin saat semua orang semakin terlelap dengan tidurnya dua anak muda sudah merambat melintasi sabana terakhir untuk kemudian merayap pada jurang terakhir agar sampai di puncak Gunung Merbabu. Dengan peluh kesenangan, memanggul beban berat tas punggung dengan peralatan canggih fotografi, secukupnya ransum dan peralatan khas pendaki. Tidak peduli gelap atau angkernya gossip yang menyelimuti gunung tersebut. Semua itu rela mereka lakukan demi sebuah momentum yang disebut matahari terbit!. Sun rise…

Malam yang sama di belahan kota lain. Beberapa anak muda juga terbangun dan bersiap. Sama-sama bermandikan peluh dan air mata. Bedanya mereka hanya berbekalkan sajadah dan kitab, mereka memanfaatkan waktu sepertiga malam sebagai bagian dari rutinitas sebelum pagi datang menjelang.

Mengapa pagi begitu istimewa terlebih lagi dini hari?, semua orang enggan menyia-nyiakan dini hari dan pagi hari karena saat itu konsentrasi masih penuh dan tenaga masih prima. Tapi bagi orang yang beriman pagi hari memiliki arti lebih. Itulah waktu yang tepat untuk sholat di saat semua orang tertidur, karena pada waktu itu mustajab doa.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: يَنْزِلُ اللهُ اِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَمْضِى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلاَوَّلُ فَيَقُوْلُ: اَنَا اْلمَلِكُ. اَنَا اْلمَلِكُ، مَنْ ذَا الَّذِى يَدْعُوْنِى فَاَسْتَجِيْبَ لَهُ، مَنْ ذَا الَّذِى يَسْأَلُنِى فَاُعْطِيَهُ، مَنْ ذَا الَّذِى يَسْتَغْفِرُنِى فَاَغْفِرَ لَهُ. فَلاَ يَزَالُ كَذلِكَ حَتَّى يُضِيْءَ اْلفَجْرُ. مسلم


Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Allah turun ke langit dunia ketika telah berlalu sepertiga malam yang awal. Allah berfirman, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang berdoa kepadaku, Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku, aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku, maka aku akan mengampuninya”. Terus-menerus demikian itu sehingga terbit fajar”. [HR. Muslim 1 : 522]

Bila diibaratkan orang yang terbiasa beraktivitas lebih pagi adalah orang-orang yang siap menjadi pemenang karena sewaktu peserta lain masih terlelap dia sudah terbangun.

Kita harus bisa memanfaatkan pagi hari sampai fajar sebaik mungkin seperti kita memanfaatkan semua waktu kita di dunia. Karena momen tersebut sangat cepat bahkan bagi sebagian orang terlalu cepat.

Bagi kita sebagai anak rasanya masih ada di pandangan mata. Saat ayah bunda tercinta memeluk hangat penuh dengan doa-doa, atau masih kental di ingatan saat kita merasakan hari pertama sekolah di taman kanak-kanak. Padahal sebenarnya itu sudah bertahun yang lalu kini mungkin anda sudah di tingkatan pendidikan tertinggi, bahkan orangtua yang dulu memeluk pun sudah tidak ada.



Bagi para orang tua, yakinlah anda masih ingat bagaimana rasanya memeluk anak yang masih merah dan lemah ada dipelukan. Rela kalian terbangun malam hari memberi mereka susu karena untuk bangunpun mereka tak bisa. Bergantian menggendong dan menenangkan si mungil buah hati. Lihatlah anda akan terkaget bahwa ternyata anak anda sudah enggan dipeluk karena malu diledek temannya, atau anda akan tersentak bahwa bayi yang kemarin nangis sekarang sudah ada didepan pelaminan untuk anda antarkan ke jenjang pernikahan.

Bagi kita penduduk Bangsa Indonesia, kita masih bisa merasakan sulitnya beribadah secara benar di jaman orba sebelum akhirnya sejarah berubah total atas nama reformasi. Hebatnya lagi itu terjadi tak kurang hanya sebelas tahun yang lalu.

Ini semua menunjukkan waktu sebenarnya tak teraba. Dia menggerus memori akal bahkan fisik kita bila si empu tidak pintar memanfaatkannya. Waktu memang terhitung namun ‘tak tertunggangi’. Waktu dengan jemawa berjalan sendiri, menyaksikan manusia yang lahir dan yang kembali ke penciptanya Allah swt.

يُدَبّرُ اْلاَمْرَ مِنَ السَّمَآءِ اِلَى اْلاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُه اَلْفَ سَنَةٍ مّمَّا تَعُدُّوْنَ


Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS.As Sajdah : 5)

Dunia Seperti Pagi

Saudaraku tercinta, dunia itu seperti pagi di bumi. Hanya sekejap mata bahkan terhitung senda gurau bila dibandingkan dengan hitungan akhirat. Seperti ayat diatas 1 hari = 1000 tahun di akhirat. Seperti halnya pagi yang singkat, itulah waktu sebenarnya kita di dunia karena begitu siang anda terikat dengan keduniawiyan. Duniawi yang bisa menjadi ibadah jika kita berniat dengan benar

Pagi penuh berkah Rizki dan Amal

Rasululloh SAW mendoakan kepada ummatnya

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا


“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas.

Pagi juga memberikan spirit penuh untuk beramal. Dalam suatu riwayat dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ


“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari)

Kita harus seperti pedagang sayur seperti diawal tulisan, sepertinya dia memikirkan uang namun kita tidak tahu mungkin dengan perniagaan itu mereka punya niat ibadah yang total kepada Allah. Atau seperti anak muda pecinta gunung dan alam.

Bagi yang tidak mengerti akan melihat sebagai suatu kesia-siaan dipertaruhkan dengan resiko yang tak sebanding, tak satupun kita tahu mungkin mereka sedang tafakur alam, mendalami ilmu pengetahuan dan meresapi kecilnya manusia serta maha besarnya Allah SWT.

Namun akan lebih baik lagi sebelum jadi mereka jadilah anak muda yang terbangun di pagi hari untuk ibadah, karena dengan begitu yakinlah kegiatan selanjutnya juga ditujukan untuk Ibadah dan diberkahi Allah SWT.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ


Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS.51:56)

Tidak ada alasan tidak bersemangat di pagi hari..syukuri dan lalui dengan benar.



Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 2938

Berita Sebelumnya
Kesucian (Fitri) adalah Buah Ikhtiar Ramadhan
Apa Makna Lebaran Bagimu?
Yang TERLUPA dalam Ramadhan
BERBAKTI NAMUN TAK BERARTI

 

Aburidza
(04-03-2010 / 08:29:36)
Banyak sekali yang aq dapatkan webset ini berbagai ilmu agama memperkokoh ketaqwaan dan keimanan pada Alloh dan kemaslakatan hidup bermasyarakat untuk itu kami berharap semoga senantiasa bisa menjadi ladang ilmu bagi sipembacanya amin.
zulkifli
(02-03-2010 / 05:46:10)

Banyak hikmah yang saya petik dari web ini, saya haturkan banyak terima kasih, semoga Allah membalas amal kebaikan bapak dan ibu semua, dan kita semua menjadi husnul khotimah. syukron katsir.

AHMAD KAHPI
(10-02-2010 / 22:47:57)

semoga dengan adanya artikel ini saya pribadi dan sahabat yg pernah membacanya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. amin

 

Dewi Tantra
(09-02-2010 / 05:40:17)

Kepada kang subagya : berpikir positiplah kepada siapapun..bisa jadi yang pintar berdakwah sedang berusaha melaksanakan juga :) hanya saja kita sebagai penonton hanya bisa menyimpulkan hasil akhirnya,,

Seperti link yang anda cantumkan..kami juga berpikir positip kalau itu link yang benar dan bernilai dakwah :)

 

Andika
(09-02-2010 / 05:35:55)

Nambahh...jangan lupa dan jangan meninggalkan shalat fajar..pahalanya adalah lebih baik dari semua didunia ini.subhanallah..makasih PI :)

subagya
(04-02-2010 / 08:52:17)

subhana loh begitu hebatnya alloh dengan segala ciptaannya namun memang kita kadang lebih cinta kepada ciptaannya ketimbang kepada yang menciptakannya ,ya alloh hamba berlindung kepada mu dari kesesatan akal dan hati hamba karena pentunjuk itu hanya milik alloh swt,untuk muslimin ,dan muslimat jangan hanya pandai berdakwah namun dakwahi dulu dirimu karena banyak sy lihat mereka yang mengaku beriman dengan segala atributnya sering meyepelekan anak yatim dan orang miskin padahal alloh katakan mereka termasuk orang2yang dusta terhadap agamanya al mauun.kilik www.bagjasugema.com



Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: